Lewati ke konten

Ringkasan

Dalam tafsir mimpi Islami, Anggur dalam mimpi menurut Ibnu Sirin dan An-Nabulsi adalah rezeki dini yang datang sebelum waktunya bila bukan pada musimnya, atau pada waktunya bila pada musimnya, sebagaimana disebut An-Nabulsi dan Ibnu Sirin. Mimpi ini umumnya dianggap kabar baik, dengan rincian berbeda menurut warna simbol, gerakannya, dan keadaan pemimpi.

Rujukan Al-Qur'an & Hadis

"Dan bersama dengan dia masuk pula ke dalam penjara dua orang pemuda. Berkatalah salah seorang di antara keduanya: 'Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku memeras anggur.'"
Surah Yūsuf 12:36

Ayat ini tentang mimpi salah satu dari dua pemuda di penjara Yusuf alaihissalam, dan di dalamnya terdapat dasar eksplisit untuk tafsir memeras anggur dalam mimpi. Yusuf alaihissalam menafsirkan mimpi memeras khamr dengan pelayanan kepada raja "Adapun salah seorang di antara kamu berdua, akan memberi minum tuannya dengan khamr" (Yusuf: 41). Atas ayat ini para ulama tafsir membangun bahwa memeras anggur dalam mimpi adalah pelayanan kepada penguasa, dan bahwa anggur putih di luar musimnya adalah rezeki cepat yang datang sebelum waktunya.

Makna Simbolis

Anggur dalam mimpi menurut Ibnu Sirin dan An-Nabulsi adalah rezeki dini yang datang sebelum waktunya bila bukan pada musimnya, atau pada waktunya bila pada musimnya; dasar Qurani dalam tafsirnya adalah mimpi sahabat Yusuf di penjara "Sesungguhnya aku bermimpi memeras anggur" — Yusuf alaihissalam menafsirkannya bahwa ia memberi minum tuannya khamr — dan khamr saat diperas adalah anggur. Para ulama tafsir membagi anggur pada dua wajah: yang putih adalah harta cepat yang datang sebelum waktunya, dan yang hitam adalah kesusahan yang tertunda atau harta yang harus berhati-hati dengannya.

Dimensi Spiritual

Menurut Ibnu Sirin: Anggur putih dalam mimpi di luar musimnya adalah tanda rezeki cepat yang datang sebelum waktunya. Siapa yang memakannya, mendapat harta yang mudah. Siapa yang memerasnya, telah memetik buah pekerjaan yang ia manfaatkan segera — berdasarkan mimpi sahabat Yusuf alaihissalam di penjara dan tafsirnya "Adapun salah seorang dari kalian, ia akan memberi minum tuannya khamr".

Pertanda yang Harus Diwaspadai

Menurut An-Nabulsi: Anggur hitam di luar musimnya adalah tanda kesusahan atau harta yang bersamanya ada yang mengeruhkan pemiliknya. Bila pemimpi menemukannya pada musimnya, maka itu adalah rezeki pada waktunya yang bermanfaat. Menginjak-injak anggur di alat peras adalah kesusahan dalam penghasilan yang tidak terlepas dari manfaat.

Tempat Para Ulama Berbeda Pendapat

Berikut adalah hal-hal yang pendapat para ulama berbeda; kedua pendapat disebutkan beserta penyandangnya agar pembaca dapat merenungkan konteks.

Secara umum

Ibnu Sirin — Anggur putih dalam mimpi di luar musimnya adalah tanda rezeki cepat yang datang sebelum waktunya. Siapa yang memakannya, mendapat harta yang mudah. Siapa yang memerasnya, telah memetik buah pekerjaan yang ia manfaatkan segera — berdasarkan mimpi sahabat Yusuf alaihissalam di penjara dan tafsirnya "Adapun salah seorang dari kalian, ia akan memberi minum tuannya khamr".

An-Nabulsi — Anggur hitam di luar musimnya adalah tanda kesusahan atau harta yang bersamanya ada yang mengeruhkan pemiliknya. Bila pemimpi menemukannya pada musimnya, maka itu adalah rezeki pada waktunya yang bermanfaat. Menginjak-injak anggur di alat peras adalah kesusahan dalam penghasilan yang tidak terlepas dari manfaat.

Bagaimana Para Ulama Menafsirkan Simbol Ini

An-Nabulsi

An-Nabulsi menggabungkan metode periwayatan Ibnu Sirin dengan metode isyarah sufi. Ia menyusun simbol secara leksikal, menyebutkan pendapat-pendapat terdahulu sebelum menambahkan pertimbangan sufistik atau catatan halus. Ia memberi bobot lebih pada keadaan pemimpi, niatnya, dan tempat mimpi.

Ibnu Sirin

Metode Ibnu Sirin mengaitkan simbol-simbol pertama-tama dengan Al-Qur'an, Sunnah, dan bahasa Arab; kemudian dengan peribahasa dan syair; lalu dengan keadaan pemimpi. Ia menyampaikan tafsir ringkas yang berpijak pada nash, dan menegaskan bahwa mimpi berbeda dari satu orang ke orang lain menurut keadaan dan zaman.

Sikap Praktis — Apa yang Harus Dilakukan Setelah Mimpi Ini

Saat mimpi tentang Anggur memiliki beberapa kemungkinan, dianjurkan untuk berhati-hati dan ber-istikharah sebelum membangun keputusan di atasnya:

  1. Pemimpi tidak terburu-buru pada satu tafsir, melainkan mengumpulkan petunjuk: keadaannya, keadaan keluarganya, waktu, tempat mimpi, dan kejelasannya. Karena tafsir adalah anak konteks sebagaimana dikatakan para imam tafsir.
  2. Dianjurkan bertanya kepada ahli ilmu dan pengalaman dalam tafsir mimpi. Nabi ﷺ bersabda: "Janganlah mimpi diceritakan kecuali kepada orang berilmu atau pemberi nasihat." Terburu-buru kepada penafsir yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan kebingungan yang tidak perlu.
  3. Hamba mengerjakan shalat istikharah pada setiap perkara penting, dan tidak mengaitkan keputusannya pada mimpi semata. Istikharah adalah sunnah yang tetap bagi yang mencari kebaikan dari Allah dalam urusannya.
  4. Hamba senantiasa berdzikir kepada Allah dan beristighfar, karena itu membersihkan hati dan menampakkan kebenaran kepada pemimpi. Ibnu Sirin berkata: "Yang paling jujur mimpinya adalah yang paling jujur ucapannya."

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa arti mimpi Anggur menurut Islam?

Anggur dalam mimpi menurut Ibnu Sirin dan An-Nabulsi adalah rezeki dini yang datang sebelum waktunya bila bukan pada musimnya, atau pada waktunya bila pada musimnya; dasar Qurani dalam tafsirnya adalah mimpi sahabat Yusuf di penjara "Sesungguhnya aku bermimpi memeras anggur" — Yusuf alaihissalam menafsirkannya bahwa ia memberi minum tuannya khamr — dan khamr saat diperas adalah anggur. Para ulama tafsir membagi anggur pada dua wajah: yang putih adalah harta cepat yang datang sebelum waktunya, dan yang hitam adalah kesusahan yang tertunda atau harta yang harus berhati-hati dengannya.

Apa pandangan Islam tentang mimpi Anggur?

Ibnu Sirin, An-Nabulsi, dan Ibnu Syahin menafsirkan mimpi Anggur dalam kerangka tradisi Islam, berlandaskan Al-Qur'an, Sunnah, dan keadaan pemimpi.

Apakah mimpi Anggur pertanda baik atau buruk?

Tafsir Anggur memuat beberapa kemungkinan tergantung keadaan pemimpi dan konteks mimpi.

Apakah makna Anggur berubah dengan suasana mimpi?

Ya, makna berubah menurut ciri mimpi: kondisi simbol, warnanya, dan gerakannya semuanya menjadi petunjuk yang dimanfaatkan oleh penafsir.

Bagaimana seharusnya bersikap setelah mimpi Anggur?

Bagi seorang mukmin disukai setelah mimpi: memuji Allah jika baik, berlindung dari keburukannya dan tidak menceritakannya jika tidak menyukainya, serta salat istikharah jika menghadapi urusan penting.

Apakah para ulama berbeda pendapat tentang Anggur?

Ya, para ulama berbeda dalam beberapa hal: lihat bagian "Tempat Para Ulama Berbeda Pendapat" di atas untuk melihat kedua pendapat dengan nisbatnya.

Di mana saya bisa menemukan sumber asli tafsir Anggur?

Sumber asli: "Muntakhab al-Kalam fi Tafsir al-Ahlam" oleh Ibnu Sirin, "Ta'tir al-Anam fi Tafsir al-Ahlam" oleh An-Nabulsi, "al-Isyarat fi 'Ilm al-'Ibarat" oleh Ibnu Syahin. Daftar lengkap tersedia di bagian "Referensi & Sumber" di bagian bawah halaman.

Apa pertanda baik dari mimpi Anggur?

Anggur putih dalam mimpi di luar musimnya adalah tanda rezeki cepat yang datang sebelum waktunya. Siapa yang memakannya, mendapat harta yang mudah. Siapa yang memerasnya, telah memetik buah pekerjaan yang ia manfaatkan segera — berdasarkan mimpi sahabat Yusuf alaihissalam di penjara dan tafsirnya "Adapun salah seorang dari kalian, ia akan memberi minum tuannya khamr".

Apa pertanda buruk dari mimpi Anggur?

Anggur hitam di luar musimnya adalah tanda kesusahan atau harta yang bersamanya ada yang mengeruhkan pemiliknya. Bila pemimpi menemukannya pada musimnya, maka itu adalah rezeki pada waktunya yang bermanfaat. Menginjak-injak anggur di alat peras adalah kesusahan dalam penghasilan yang tidak terlepas dari manfaat.

Bagaimana penafsiran ulama tentang mimpi Anggur?

Simbol ini disebut oleh An-Nabulsi dan Ibnu Sirin, dan mereka memerinci tafsir dan tingkatan maknanya dalam kitab-kitab mereka yang tercantum di bagian Referensi di bawah halaman.

Apakah ada rujukan Al-Qur'an atau hadis untuk tafsir Anggur?

Ya, Surah Yūsuf 12:36: "Dan bersama dengan dia masuk pula ke dalam penjara dua orang pemuda. Berkatalah salah seorang di antara keduanya: 'Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku memeras anggur.'"

Kombinasi yang sering muncul dalam mimpi

Simbol-simbol yang sering disebut bersama Anggur dalam kitab tafsir mimpi. Buka halaman masing-masing simbol untuk tafsir tersendirinya.

Referensi & Sumber

  1. (1050 H / 1641 M — 1143 H / 1731 M, Damaskus). Ta'tir al-Anam fi Tafsir al-Ahlam.
    Biografi singkat & metodologi

    Seorang ulama sufi besar dan fakih mazhab Hanafi, salah satu tokoh terkemuka Damaskus pada abad ke-11 Hijriah. Menggabungkan fiqih, tasawuf, dan ilmu sastra, dan menulis sekitar dua ratus karya. Bukunya tentang tafsir mimpi adalah rujukan ensiklopedis yang menghimpun nukilan para pendahulu dan menambahkan faedah sufi.

    An-Nabulsi menggabungkan metode periwayatan Ibnu Sirin dengan metode isyarah sufi. Ia menyusun simbol secara leksikal, menyebutkan pendapat-pendapat terdahulu sebelum menambahkan pertimbangan sufistik atau catatan halus. Ia memberi bobot lebih pada keadaan pemimpi, niatnya, dan tempat mimpi.

  2. (33 H / 654 M — 110 H / 728 M, Basra). Muntakhab al-Kalam fi Tafsir al-Ahlam (Ta'tir al-Anam dinisbahkan kepadanya).
    Biografi singkat & metodologi

    Seorang tabiin mulia dan ulama tsiqah dari kalangan imam Basra. Tumbuh di bawah asuhan Anas bin Malik, pelayan Nabi ﷺ, dan mengambil ilmu dari sejumlah sahabat. Terkenal dengan kewara'an dan kekuatan hafalan hadis, dan menjadi rujukan dalam tafsir mimpi.

    Metode Ibnu Sirin mengaitkan simbol-simbol pertama-tama dengan Al-Qur'an, Sunnah, dan bahasa Arab; kemudian dengan peribahasa dan syair; lalu dengan keadaan pemimpi. Ia menyampaikan tafsir ringkas yang berpijak pada nash, dan menegaskan bahwa mimpi berbeda dari satu orang ke orang lain menurut keadaan dan zaman.

Terakhir ditinjau: — pengkajian editorial berdasarkan sumber Ibnu Sirin, An-Nabulsi, dan Ibnu Syahin.

Interpretasi berdasarkan sumber Ibnu Sirin, An-Nabulsi, dan Ibnu Syahin, dan dapat bervariasi menurut ulama.